Kenapa saya milih agronomi dan hortikultura IPB ya???

-sebuah tugas penkom+curhat-

Bismillahirrahmanirrahiim..

Ada beberapa alasan yang menyebabkan mengapa saya memilih agronomi dan hortikultura menjadi pilihan hidup berikutnya. Ketika dahulu tiba waktunya untuk memilih universitas mana yang akan menjadi pilihan untuk meneruskan studi, sempat diri ini bimbang. Ingin hati memilih brawijaya dengan kedokterannya, tetapi ketika kesempatan memasuki IPB datang melalui USMI, tak saya lewatkan. Kan belum tentu ada kesempatan kedua, apalagi memang menjadi mahasiswa PMDK adalah tujuan hidup sedari dulu. IPB bukanlah perguruan tinggi asing di telinga saya. Saya mengetahui IPB karena kakak saya adalah alumni IPB angkatan 38 jurusan (waktu itu masih memakai sistem program studi) arsitektur lanskap. Jadi, setidaknya saya tahu IPB itu seperti apa.

Nah, USMI pun menggoda diri saya, akhirnya saya coba untuk melamar. Ketika terdapat pilihan mayor yang akan dipilih, sempat bingung juga. Di benak saya, arsitektur lanskap sudah pasti saya ambil. Selain karena memang kurang lebih sudah mengetahui seluk beluk arsitektur lanskap, jikalau jadi masuk lanskap pun lumayan mendapat buku-buku warisan dari kakak sendiri. Ketika harus memilih satu lagi, itu dia yang menjadi masalah baru. Pilihan pun akhirnya jatuh kepada agronomi dan hortikultura, nah alasannya itu:

  1. Saya memilih jurusan yang mempunyai kemampuan dasar biologi lebih banyak ketimbang matematika. Berdasarkan info yang saya dapat di pemetaan jurusan perguruan tinggu, ilmu yang saya mau itu termasuk di dalamnya ilmu-ilmu pertanian.
  2. Saya tertarik dengan agronomi dan hortikultura awalnya karena namanya yang jarang saya dengar. Setelah pencarian makna yang cukup lama, akhirnya saya mengetahui bahwa agronomi itu ilmu yang mempelajari tentang bercocok tanam dan berkonsentrasi pada tanaman pangan. Apalagi dengan tantangan pangan global yang semakin serius. Sedangkan minat pemuda untuk terjun ke dunia pertanian pun semakin sedikit. Banyak teman-teman saya yang mau masuk teknik, kedokteran ( seperti saya dahulu, hha ), dll. Tapi jarang ada yang mau ke pertanian.Sedangkan hortikultura itu seperti budidaya tanaman non pangan dan pangan non utama, seperti tanaman sayur, tanaman perkebunan, tanaman obat, tanaman hias, dll.
  3. Saya adalah orang yang tidak pernah dibesarkan di lingkungan pertanian, sehingga pertanian menjadi hal yang baru bagi saya. Dan saya adalah orang yang cinta dengan alam, jadi cocoklah kesukaan saya dengan rasa penasaran saya tentang pertanian. Makanya, saya memilih jurusan ini.
  4. Mungkin banyak jurusan lain yang lebih baik dan lebih bagus dibanding agronomi dan hortikultura, tetapi bagi saya inilah yang terbaik. Karena menurut saya, jurusan yang mempunyai tugas mulia dunia dan akhirat adalah agonomi dan hortikultura, mengapa?karena ilmu ini mencoba membuat semua orang dapat tercukupi pangannya tetapi selaras dengan alam.

Itulah beberapa alasan yang mendasari saya mengapa memilih agronomi dan hortikultura sebagai masa depan saya. Dan saya percaya Allah selalu member I yang terbaik bagi umatNya, walaupun di mata umatNya, belum tentu yang disukai, seperti kata teman saya “yang kita suka, belum tentu Allah suka, yang baik untuk  kita, belum tentu yang terbaik untuk Allah, tapi yang terbaik di sisi Allah pasti yang terbaik untuk kita dan akhirnya pasti kita akan menyukainya, karena Allah lah Sang Pencipta kita, Dialah yang paling mengerti hambaNya”.. Dan pilihan Allah memasukkan saya ke sini adalah yang terbaik. Alhamdulillahirrabbil alamiin..

Referensi:

http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=65195

http://id.wikipedia.org/wiki/Agronomi

http://id.wikipedia.org/wiki/Hortikultura

http://stetsanet.tripod.com/dataptn.htm

http://www.docstoc.com/docs/46862936/Peta-Perguruan-Tinggi-Negeri-Berdasarkan-Jurusan-Ilmu

Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Padanya diturunkan Alquran.
Karena itu, Ramadhan disebut pula dengan bulannya Alquran (Syahrul
Qur’an). Momentum Ramadhan hendaknya menjadi kesempatan bagi umat
Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk membaca dan mengamalkan
Alquran.

“Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat kepada seorang hamba di
hari kiamat. Puasa berkata, ”Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari
makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat
kepadanya.” Sedangkan Alquran berkata, ”Aku telah mencegahnya dari
tidur malam, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.”
(HR Ahmad dan Al-Hakim).

Hadis di atas menjelaskan kepada kita bahwa shaum (puasa) dan Alquran
dapat memberikan syafaat. Puasa memberikan syafaat karena dapat
membendung syahwat seorang hamba, sedangkan Alquran memberikan syafaat
karena ia telah mencegah seorang hamba dari tidur malam untuk
bercengkrama dengannya.

Ramadhan seakan menjadi tempat untuk keduanya. Diwajibkan puasa satu
bulan penuh sebagai madrasah untuk memperbaiki diri setelah sebelas
bulan disibukkan oleh rutinitas dunia.

Alquran adalah bacaan yang menjadi teman setia bagi orang-orang
beriman di saat-saat menjalankan ibadah puasa. Karenanya, Ramadhan
adalah Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Alquran untuk pertama kali.

Jika melihat sejarah salafus saleh dalam berinteraksi dengan Alquran,
akan didapati bahwa kita sangat jauh dibandingkan dengan mereka. Dalam
sebuah riwayat disebutkan, Imam Abu Hanifah dalam hidupnya mampu
mengkhatamkan Alquran sebanyak enam ribu kali.

Umar ibn Khathab mampu mengkhatamkan Alquran pada setiap malam,
sampai-sampai putra beliau yang bernama Abdullah berkata, “Ayahkulah
yang menjadi sebab turunnya ayat Allah. Ataukah orang yang beribadah
di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut
kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?” Katakanlah,
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima
pelajaran.” (QS Az-Zumar [39]: 9).

Usman ibn Affan mampu mengkhatamkan Alquran setiap harinya. Imam
Syafii mengkhatamkan Alquran selama Ramadhan sebanyak enam puluh kali.
Imam Qatadah mengkhatamkan Alquran setiap tujuh malam pada hari biasa
dan setiap tiga malam pada bulan Ramadhan, sedangkan pada 10 hari
terakhir di bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan Alquran setiap malam.
Imam Ahmad mengkhatamkan Alquran setiap pekannya.

Itulah gambaran hidup para salafus saleh yang hari-harinya tidak
pernah lepas dari Alquran. Semoga kita mampu mencontoh apa yang telah
mereka lakukan, yakni dengan menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul
Qur’an. “Sebaik-baiknya orang di antara kamu adalah orang yang belajar
Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari). “Mereka Itulah orang-orang
yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk itu.”
(QS Al-An’am [6]: 90).

Oleh Shohib Khoiri Lc

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/08/26/132074-teman-setia-orang-beriman-saat-ramadhan

sinartani.com

Ekonom Hendri Saparini yang juga perwakilan Econit Advisor Group Jakarta mengatakan diversifikasi pangan berpotensi mengurangi masalah pengangguran dan kemiskinan, kesenjangan antar wilayah, ketergantungan terhadap pangan impor, menjaga stabilitas makro ekonomi. “Oleh karenanya diversifikasi pangan harus menjadi strategi pemerintah dan ditetapkan sebagai program nasional,” ujar Hendri Saparini dalam Seminar Nasional diversifikasi Pangan di Bogor.

Menurut Hendri, meskipun daerah sangat berkepentingan dengan manfaat diversifikasi pangan yang mengoptimalkan potensi lokal, tetapi dalam implementasinya tidak cukup hanya menjadikan diversifikasi pangan sebagai program pemerintah daerah. Diperlukan dukungan kebijakan makro dari pemerintah pusat, tambahnya.

Ditambahkannya, diversifikasi pangan tidak cukup menjadi kebijakan dan program Kementerian Pertanian saja karena diperlukan dukungan kebijakan komprehensif dari berbagai kementerian, dan harus menjadi program nasional yang dilakukan dengan dukungan politik dan strategi, terangnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Achmad Suryana mengatakan, praktek di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan seragamnya konsumsi pangan atau mengarah pada konsumsi pangan pokok beras dan kini cenderung terdapat terigu yang juga berpotensi sebagai pangan pokok kedua.

“Situasi ini didukung oleh adanya impor gandum yang terus meningkat sebagai akibat permintaan yang terus meningkat, sehingga semakin besar beban yang harus ditanggung untuk mengimpor gandum tersebut,” kata Achmad.

Konsumsi pangan yang cenderung seragam serta tidak berdasar atas kearifan lokal, dalam jangka panjang akan semakin mempersulit upaya untuk menggeser pola konsumsi pangan menuju pangan yang beragam dan bergizi seimbang.

“Kurang beragam dan bergizinya konsumsi masyarakat, salah satunya dipicu oleh daya beli masyarakat yang masih rendah dan adanya pola hidup yang tidak sadar pangan dan gizi,” ujar Achmad.

Gedung Wakil Rakyat
Desain Gedung DPR Mesti Disayembarakan
Laporan wartawan KOMPAS Imam Prihadiyoko
Jumat, 3 September 2010 | 10:18 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Kalaupun DPR dan pemerintah tetap memaksakan keinginan untuk membangun gedung baru DPR, maka desain gedung DPR sebagai aset publik tidak bisa hanya dibuat seenaknya saja oleh mereka yang punya kekuasaan.

“Desain gedung itu mestinya disayembarakan dulu sehingga publik makin mengenal apa makna dari gedung wakil rakyat itu,” ujar Presiden Partai Demokrasi Kebangsaan Sayuti Asyathri di Jakarta, Jumat (3/9/2010).

Dulu, menurut Sayuti, Soekarno pernah memberikan contoh yang baik bagi bangsa ini dalam pembangunan sejumlah gedung yang akan menjadi tonggak bangsa. Ia membuat sayembara tentang desain gedung dan maknanya. “Bahkan, masjid negara, Masjid Istiqlal, pun disayembarakan desainnya,” ujarnya.

Jadi, janganlah DPR dan pemerintah sekarang terlalu arogan dengan merasa sebagai orang yang paling tahu. “Rakyat juga berhak tahu dan mengusulkan ide,” ujarnya.

metrotvnews.com/Lifestyle + / Jumat, 3 September 2010 14:01 WIB

Anda penyuka kopi? Berbahagialah. Meminum secangkir kopi setiap hari ternyata menjadi rahasia panjang umur lho.

Berdasarkan sebuah hasil penelitian yang dilansir awal pekan ini, secangkir kopi setiap hari akan dapat membantu elastisitas pembuluh darah, hal yang dapat mencegah penyakit jantung. Orang yang minum satu atau dua cangkir setiap hari memiliki tingkat elastisitas arteri yang lebih baik ketimbang yang cuma minum kopi sedikit atau sama sekali tak pernah menyentuh kopi, demikian seperti dilansir DailyMail.

Subyek penelitian adalah warga berusia 65 hingga 100 tahun di pulau Ikaria, Yunani. Pulau itu terkenal dengan julukan pulau “umur panjang” dan sepertiga penduduknya mencapai usia 90 tahun. Pengidap kanker di pulau itu 20 persen lebih sedikit dibandingkan rata -rata penduduk Barat, bahkan tidak ada dari mereka yang menderita dementia (pikun).

Pulau itu juga merupakan tujuan wisata sejak abad ke-6, saat itu turis Yunani kuno dan Romawi mengunjungi air panas legendaris yang bisa menyembuhkan sakit di persendian dan penyakit kulit. Para ahli di zaman modern mengklaim pola makan ala mediterania yang baik untuk jantung ditambah madu setempat serta teh herbal lokal juga pegang peranan.

Kini, minum kopi reguler juga diteliti oleh para peneliti dari Universitas Athena guna mengetahui apakah hal itu juga membuat hidup lebih panjang.  Mereka meneliti 485 orang dengan tekanan darah yang tinggi, yang secara medis dikenal dengan hipertensi.

Hipertensi membuat beban jantung bertambah dan akibatnya pembuluh darah tak lentur lagi serta berkurang elastisitasnya. Pada tahap lanjut, keadaan itu akan meningkatkan kemungkinan serangan Jantung dan stroke.

Dr Christina Chrysohoou, yang memimpin penelitian itu, mengakui ada bukti yang bertentangan mengenai dampak meminum kopi dengan kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum kopi memperparah tekanan darah tinggi.

“Tetapi, meminum kopi sudah melekat erat sebagai tradisi dalam budaya Yunani sehingga penting untuk meneliti kaitan minum kopi di pulau itu dengan harapan hidup yang tinggi,” kata Chrysohoou.

Pembuluh darah para subyek diteliti kekenyalan dan kelenturannya. Sekitar 56 persen peminum kopi berkategori moderat yaitu mengonsumsi kopi antara satu hingga dua gelas sehari, memiliki kesehatan pembuluh darah yang baik, dengan aliran darah yang mereka miliki serupa dengan orang yang lebih muda.

Pembuluh darah mereka lebih lentur ketimbang dari orang yang sedikit atau bahkan tidak minum kopi. Satu dari sepuluh orang yang meminum tiga atau lebih cangkir kopi sehari paling rendah kelenturan pembuluh darahnya.

Dr Chrysohoou mengatakan peminum kopi rata-rata mengonsumsi 25-50 ml kopi sehari. Kopi Yunani maupun kopi lain punya khasiat yang sama. Ia memperkirakan, kandungan kopi antara lain kafein dan antioksidan dapat memperbaiki fungsi pembuluh darah dengan meningkatkan kemampuan menyerap nitric oksit, yang penyerapannya terganggu pada pasien hipertensi.

Tetapi, terlalu banyak meminum kopi dapat menyebabkan hilangnya dampak itu. Salah satu temuan kritis bahwa para peminum kopi moderat meminum dengan santai sambil menikmatinya.

“Mereka bergaul bersama teman-teman di kafetaria atau keluarga di rumah, mendiskusikan persoalan sehari-hari dan santai. Itulah yang terjadi pada jiwa yang sehat, dan hal itu memang penting secara psikologis,” ungkap Chrysohoou. Temuan itu dipresentasikan pada kongres The European Society of Cardiology di Stockholm.  (go4/ICH)

Republika

Republika – Jumat, 3 September

REPUBLIKA.CO.ID,ANKARA–Satu istana berusia 5.000 tahun ditemukan di Turki Timur, istana tertua di dunia, akan menjadi museum udara terbuka pada Juni mendatang, kantor berita semi-pemerintah, Anatolia, melaporkan, Kamis. Istana yang ditemukan di bawah tanah di Aslantepe Tumulus, satu permukiman kuno di desa Orduzu, Provinsi Malatya, itu dibangun pada 3.300 Sebelum Masehi, dan pemugaran istana itu akan rampung pada tahun kini, kata Marcella Frangipane, dosen arkeologi Italia di Universitas La Spienza dan ketua tim penggalian di Aslantepe, kata Anatolia.

Menurut dia, museum itu akan memperlihatkan bagaimana negara purba di Aslantepe mulai dibangun dan bagaimana sistem negara dijalankan.Ia menjelaskan, tim penggalian berhasil menemukan plafon setiap ruang istana bersama atap untuk melindungi bangunan tersebut.

Bekas-bekas sebuah kuil, sebuah ruang pengadilan dan lorong-lorong ditemukan di dalam istana tersebut, sementara segel-segel ditemukan di sana yang menunjukkan keberadaan birokrasi pada saat itu, kata Frangipane.Peradaban tersebut berakhir dengan suatu kebakaran, namun bekas-bekas istana itu sangat penting untuk kemanusiaan, katanya.

duh gaptek amat gue yak???nanti dah belajar ma pryoa09…hha